Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 18 November 2025 di Aula Pascasarjana Universitas Tadulako. Debat kandidat menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian pemilihan pemimpin organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Hukum.
Forum tersebut menghadirkan para calon ketua BEM dan diikuti ratusan mahasiswa. Melalui sesi debat, setiap kandidat memperoleh kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, serta program kerja, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan mengenai arah kepemimpinan dan masa depan organisasi kemahasiswaan.
Sebagai moderator, Samsudaris bertugas mengawal jalannya forum agar berlangsung objektif, tertib, dan kondusif. Ia memimpin setiap sesi debat, mengatur alokasi waktu, memastikan seluruh kandidat memperoleh kesempatan yang sama untuk menyampaikan gagasan, serta menjaga pembahasan tetap berfokus pada substansi.
“Debat kandidat bukan sekadar ajang adu argumentasi, tetapi ruang pendidikan demokrasi bagi mahasiswa. Moderator memiliki tanggung jawab untuk memastikan forum berjalan adil sehingga masyarakat kampus dapat menilai kualitas kepemimpinan setiap kandidat berdasarkan gagasan dan solusi yang mereka tawarkan,” ujar Samsudaris.
Kepercayaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap kemampuan komunikasi publik dan kepemimpinan forum yang dimilikinya. Menurut Samsudaris, seorang moderator harus mampu menjaga netralitas, mengendalikan dinamika diskusi, serta menciptakan suasana yang memungkinkan lahirnya dialog yang sehat dan bermakna.
Melalui peran tersebut, Samsudaris turut berkontribusi dalam menyukseskan proses demokrasi mahasiswa di tingkat fakultas. Kehadirannya sebagai moderator tidak hanya membantu memastikan debat berlangsung profesional, tetapi juga mendukung terciptanya budaya demokrasi yang berlandaskan argumentasi, etika, dan penghormatan terhadap perbedaan pandangan.
Pengalaman ini semakin memperkuat rekam jejak Samsudaris dalam bidang public speaking, komunikasi publik, dan kepemimpinan forum. Kepercayaan untuk memoderatori salah satu agenda penting dalam proses pemilihan Ketua BEM Fakultas Hukum Untad periode 2026 juga menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan mahasiswa yang bertanggung jawab dan berdampak.
