Monitoring dan evaluasi merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap semester di seluruh regional Etos ID. Melalui kegiatan ini, tim pusat hadir secara langsung untuk mendampingi proses evaluasi, melihat perkembangan pelaksanaan program di daerah, sekaligus menyelaraskan strategi pembinaan agar tetap sejalan dengan standar dan nilai-nilai Etos ID.
Kegiatan monitoring dan evaluasi tahun ini menghadirkan Rista D. Anggraini dari Etos ID Pusat, Shadiq Muntashir selaku Team Leader Etos ID Palu, serta Andi Aprillia Ningsih sebagai Fasilitator Keuangan. Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan dibagi ke dalam dua forum utama, yakni Forum Fasilitator dan Forum Awardee.
Hari pertama diawali dengan Forum Fasilitator, yang menjadi ruang koordinasi antara tim pusat dan tim pembina Etos ID Palu. Dalam forum tersebut, berbagai aspek pengelolaan pembinaan dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari efektivitas pelaksanaan mentoring, capaian program semester sebelumnya, perkembangan setiap awardee, hingga tantangan yang dihadapi fasilitator selama proses pendampingan.
Forum ini juga menjadi kesempatan untuk mendiskusikan berbagai strategi peningkatan kualitas pembinaan. Tim pusat bersama fasilitator melakukan refleksi terhadap praktik-praktik yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan untuk semester berikutnya. Dengan demikian, proses pembinaan tidak hanya berjalan secara konsisten, tetapi juga terus berkembang mengikuti kebutuhan awardee.
Selain mengevaluasi pelaksanaan program, forum tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mengenai arah pembinaan Etos ID. Penyelarasan ini dinilai penting agar seluruh fasilitator memiliki pendekatan yang sama dalam mendampingi awardee, baik dalam aspek akademik, karakter, kepemimpinan, maupun pengembangan kapasitas diri.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan Forum Awardee yang melibatkan seluruh penerima manfaat Beasiswa Etos ID Palu. Berbeda dengan forum sebelumnya, sesi ini berfokus pada evaluasi perkembangan masing-masing awardee selama mengikuti proses pembinaan.
Setiap awardee diberikan kesempatan untuk mempresentasikan perkembangan dirinya selama satu semester. Presentasi tersebut mencakup capaian akademik, aktivitas organisasi, keterlibatan dalam kegiatan sosial, pengembangan kepemimpinan, hingga target-target pribadi yang telah disusun sejak awal masa pembinaan.
Dalam proses evaluasi tersebut, Etos ID menggunakan instrumen Individual Development Plan (IDP) sebagai acuan utama. Melalui IDP, setiap awardee diajak untuk melihat kembali target pengembangan yang telah mereka susun, mengukur progres yang telah dicapai, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta merancang langkah konkret untuk pengembangan diri pada semester berikutnya.
Pendekatan ini membuat proses evaluasi tidak sekadar berorientasi pada hasil akhir, tetapi lebih menekankan pada perjalanan perkembangan setiap individu. Awardee didorong untuk melakukan refleksi terhadap proses belajar yang telah dijalani sekaligus membangun kesadaran akan potensi dan tanggung jawab yang mereka miliki.
Selama sesi berlangsung, tim pusat dan fasilitator memberikan berbagai masukan terhadap capaian maupun rencana pengembangan yang dipresentasikan peserta. Diskusi berlangsung secara interaktif sehingga setiap awardee memperoleh umpan balik yang dapat menjadi bekal dalam menjalani proses pembinaan berikutnya.
Selain membahas perkembangan individu, Forum Awardee juga menjadi ruang untuk menyusun arah program kolaboratif pada semester selanjutnya. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah perencanaan Social Project yang akan dijalankan oleh awardee, khususnya angkatan baru.
Melalui sesi tersebut, para awardee diajak berdiskusi mengenai isu-isu sosial yang ada di lingkungan sekitar sekaligus menggali berbagai gagasan yang dapat diwujudkan menjadi program nyata. Social Project dirancang sebagai media belajar bagi awardee untuk mengimplementasikan nilai kepemimpinan dan kepedulian sosial yang selama ini menjadi bagian dari proses pembinaan Etos ID.
Tidak hanya berorientasi pada hasil program, Social Project juga menjadi wadah bagi para awardee untuk belajar bekerja dalam tim, membangun komunikasi yang efektif, menyusun perencanaan program, membagi peran, hingga mengelola pelaksanaan kegiatan secara kolaboratif.
Khusus bagi awardee angkatan baru, proyek sosial tersebut diharapkan menjadi pengalaman awal dalam membangun sinergi antarsesama penerima beasiswa. Melalui kerja bersama, mereka diharapkan mampu saling mengenal, memahami kekuatan masing-masing, serta membangun budaya kolaborasi sejak awal masa pembinaan.
Team Leader Etos ID Palu, Shadiq Muntashir, mengatakan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dari proses pembinaan yang dijalankan Etos ID. Menurutnya, pembinaan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari perkembangan karakter, kepemimpinan, dan kontribusi sosial yang ditunjukkan oleh setiap awardee.
"Monitoring dan evaluasi bukan sekadar melihat apa yang sudah dicapai, tetapi juga memastikan setiap awardee terus bertumbuh sesuai dengan rencana pengembangan dirinya. Melalui proses ini kami bersama-sama mengevaluasi perjalanan mereka sekaligus menyusun langkah yang lebih baik untuk semester berikutnya," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penggunaan Individual Development Plan (IDP) membantu awardee memiliki arah pengembangan yang lebih terukur. Dengan adanya target yang jelas, proses pembinaan dapat dilakukan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, pembahasan mengenai Social Project juga menjadi bagian penting dalam monitoring semester ini. Menurut Shadiq, proyek sosial bukan sekadar agenda kegiatan, tetapi menjadi ruang belajar bagi awardee untuk menerapkan berbagai kompetensi yang diperoleh selama mengikuti pembinaan.
"Kami ingin awardee tidak hanya berkembang secara personal, tetapi juga mampu bekerja bersama dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, Social Project menjadi salah satu media pembelajaran yang sangat penting dalam proses pembinaan Etos ID," tambahnya.
Etos ID meyakini bahwa keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh kemampuan seseorang untuk bekerja sama, memimpin, beradaptasi, dan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Melalui agenda monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan secara berkala setiap semester, Etos ID Palu terus berupaya menjaga kualitas pembinaan agar tetap relevan dengan kebutuhan awardee. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan strategi pembinaan pada semester berikutnya sehingga setiap peserta dapat memperoleh pendampingan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pengembangannya.
Bagi Etos ID Palu, monitoring dan evaluasi bukanlah sekadar agenda rutin. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan momentum untuk memastikan setiap proses pembinaan benar-benar menghasilkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian sosial yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
