Sebanyak 20 peserta mengikuti proses seleksi yang dilaksanakan secara hybrid. Peserta yang berada di Kota Palu mengikuti wawancara secara langsung, sementara beberapa peserta yang masih berada di luar kota mengikuti sesi secara daring melalui Zoom Meeting. Skema tersebut diterapkan agar seluruh peserta tetap memperoleh kesempatan yang sama mengikuti tahapan seleksi.
Seleksi wawancara tahun ini dikemas berbeda dari proses wawancara pada umumnya. Setiap peserta terlebih dahulu mengikuti sesi pitching atau presentasi untuk memaparkan portofolio, perjalanan akademik, pengalaman organisasi, aktivitas sosial, serta rencana pengembangan diri apabila nantinya bergabung sebagai Awardee Etos ID Palu.
Selain mempresentasikan capaian yang telah diraih, peserta juga diminta menjelaskan visi pribadi, target pendidikan, hingga kontribusi yang ingin diberikan kepada masyarakat. Presentasi tersebut menjadi ruang bagi panelis untuk melihat bagaimana peserta mampu menyampaikan gagasan, menyusun rencana, serta menunjukkan potensi yang dimiliki.
Setelah sesi presentasi berakhir, panelis melakukan pendalaman melalui sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan untuk menggali motivasi peserta mengikuti Beasiswa Etos ID, konsistensi terhadap rencana yang dipaparkan, kemampuan menghadapi tantangan, cara menyelesaikan masalah, hingga kesiapan mengikuti proses pembinaan selama menjadi awardee.
Seleksi wawancara menghadirkan panelis dari berbagai unsur, yakni Rista D. Anggraini sebagai panelis dari Etos ID Pusat, Shadiq Muntashir selaku Team Leader Etos ID Palu, unsur mitra Etos ID Palu, serta Moh. Ikbal selaku Konselor Bina Insan High School.
Keterlibatan panelis dengan latar belakang yang beragam menjadi bagian dari upaya menghadirkan proses seleksi yang objektif dan menyeluruh. Penilaian tidak hanya didasarkan pada prestasi akademik peserta, tetapi juga karakter, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, daya juang, kepedulian sosial, serta potensi untuk berkembang melalui proses pembinaan.
Team Leader Etos ID Palu, Shadiq Muntashir, mengatakan bahwa tahapan wawancara merupakan kesempatan bagi tim untuk mengenal calon awardee secara lebih utuh.
"Melalui tahapan ini kami ingin melihat bukan hanya apa yang sudah dilakukan peserta, tetapi juga apa yang ingin mereka capai dan kontribusi apa yang ingin mereka berikan. Etos ID mencari anak-anak muda yang memiliki semangat belajar, daya juang, kepedulian sosial, serta kesiapan mengikuti proses pembinaan," ujarnya.
Menurut Shadiq, Beasiswa Etos ID bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan program pembinaan yang dirancang untuk mengembangkan kapasitas mahasiswa secara menyeluruh. Selain memperoleh dukungan pendidikan, awardee juga akan mengikuti berbagai proses pengembangan karakter, kepemimpinan, peningkatan kapasitas diri, mentoring, serta kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pembinaan Etos ID.
Karena itu, proses seleksi tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga melihat kesiapan peserta untuk tumbuh bersama dalam lingkungan pembinaan. Komitmen, integritas, kemampuan bekerja sama, dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi aspek yang turut dipertimbangkan dalam proses penilaian.
Selama tiga hari pelaksanaan, setiap peserta membawa latar belakang, pengalaman, dan cerita yang berbeda. Ada yang mempresentasikan kiprahnya dalam organisasi kemahasiswaan, aktivitas kerelawanan, program pemberdayaan masyarakat, hingga berbagai inisiatif sosial yang telah dijalankan di lingkungan masing-masing. Beragam pengalaman tersebut menunjukkan besarnya potensi generasi muda Sulawesi Tengah untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui model seleksi berbasis pitching, panelis juga dapat melihat kemampuan peserta dalam menyampaikan ide secara sistematis, berpikir kritis, merespons pertanyaan, serta mempertahankan argumentasi berdasarkan pengalaman dan rencana yang telah dipaparkan. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi masing-masing calon awardee.
Etos ID Palu meyakini bahwa pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian sosial. Oleh karena itu, tahapan wawancara menjadi salah satu proses penting untuk memastikan calon penerima beasiswa memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai yang dibangun dalam Program Etos ID.
Melalui seleksi ini, Etos ID Palu berharap dapat menjaring generasi muda terbaik yang siap bertumbuh bersama dalam proses pembinaan dan kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Program beasiswa ini tidak hanya menjadi akses dukungan pendidikan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan bagi mahasiswa yang ingin menjadi agen perubahan di daerahnya.
